Selasa, 25 Oktober 2016
















Sebutlah aku seorang laki-laki pengecut yang tidak cukup banyak nyali untuk mendekatinya. memilih diam saat bertemu dan memilih menghindar saat ditemui. aku hanya lelaki yang selalu membuang muka ketika orang yang ku cintai melihatku.






















Dia wanita sempurna, bahkan terlalu sempurna untuk ku. bagaimana bisa aku memilikinya?
aku hanya bisa memandanginya dari kejauhan tanpa bisa menyentuhnya. ingin sekali aku menyentuhnya, memegang indah tangannya. tapi itu hanya khayalan ku saja dan kenyataannya tidak seperti itu.






















Pernah suatu hari, aku ingin membunuh perasaan ini dengan tega, membunuh rindu ini dengan kejam dan melupakan rasa ini dengan cepat. tapi, semua yang aku lakukan sia-sia. rasa yang sudah tumbuh ini semakin mengakar dan berkembang tanpa kusadari. hingga rasa mendamba ini begitu kuat dalam hatiku.

















Mengenalmu aku mengerti akan indahnya jatuh cinta, meski hanya dalam hati saja. ketika kamu pergi, hari-hariku semakin buruk. tapi aku tetap mencoba bertahan. aku bertahan melalui semuanya dengan berusaha menorehkan kembali senyum dibibirku. ketika lelah melanda, aku menatap fotomu yang seolah tersenyum balik menatapku. lelah pun hilang.






Seandainya kamu dapat membaca tulisan ini, mungkin hanya ini yang dapat kucurahkan padamu. aku memang lelaki pengecut yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara frontal. apalagi saat aku tahu kamu hanya menganggapku sebagai teman. aku tidak tahu harus berkata apa. tapi aku mencintaimu sungguh, bisakah kamu membalas cintaku?

Deni Mustawan . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates